Potensi Bisnis dalam Genggaman Tangan Perempuan bersama Alfamart dan The Jannah Institute

by - Agustus 15, 2018

Bersama para blogger cantik

Kira-kira apa persamaan antara bisnis dan perempuan? Hayo ada yang bisa tebak? Bisnis dan perempuan adalah dua hal yang sama-sama perlu penanganan dan perhatian khusus alias sama-sama ribetnya hehe. Biasanya, bisnis identik dengan hal yang banyak diurus. Perlu modal, riset produk, cari tempat jualan, hitung laba rugi, rekrut karyawan, mengatur operasional dan hal-hal lain yang butuh banyak tenaga, pikiran dan waktu. Sedangkan perempuan, makhluk yang butuh banyak perhatian dan kasih sayang ya hehe. Perempuan juga identik dengan predikat ibu rumah tangga yang pekerjaannya ribet. Jam kerjanya nyaris 24 jam, tapi seringkali tidak dianggap pekerjaan karena tidak dapat menghasilkan uang. Hembh.

Alfamind, solusi bisnis mudah bagi perempuan

Pagi cerah di hari Kamis, 9 Agustus 2018 bertepat di Cafe Faradisa saya ikut pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan yang diprakarsai Alfamart Jember dan The Jannah Institute (TJI). Peserta berasal dari banyak komunitas perempuan. Ada dari komunitas recycle, komunitas koalisi perempuan dan sekempulan orang yang sibuk wira-wiri motret sana motret sini. Siapa ya? Mereka adalah para blogger newbie yang mau belajar ngeliput, termasuk saya ini.


Suasana acara yang interaktif

Acara dipandu oleh MC yang juga blogger kondang Mba Prita HW. Sambutan untuk membuka acara disampaikan oleh Pak Yosia Andika selaku Branch Manager Alfamart Jember. Pak Yosia mengatakan bahwa tujuan dari terselenggarannya acara tersebut adalah untuk menjalin silaturrahmi terhadap warga Jember khususnya perempuan Jember. Selain itu harapan Alfamart adalah semua orang bisa berbisnis bersama Alfamart.

Pak Yosia sedang memberi sambutan


Siapa sih yang belum tahu Alfamart? Jaringan swalayan dari PT. Alfaria Trijaya yang memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia. Info terbaru, Alfamart bahkan sudah memiliki 2 toko di Filipina. Wah keren banget ya, bisa sampai ekspansi ke luar negeri.

Visi Alfamart sendiri adalah menjadi bisnis yang bisa dimiliki oleh masyarakat luas, berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen, serta mampu bersaing. Visi Alfamart ini mulia ya, ingin membantu masyarakat-masyarakat kecil agar bisa mendapatkan keuntungan dari Alfamart. Salut banget dengan visinya ini. Oleh karena itu, Alfamart membuat pelatihan untuk perempuan dengan tujuan dapat memperoleh keuntungan dengan menjadi mitra atau berbisnis bersama Alfamart.

Cara mendaftar Alfamind


Masuk ke materi pertama, disampaikan oleh Pak Bagus Alfian, selaku Marketing Virtual Alfamart. Saat ini Alfamart memiliki 6 pilar di bidang digital. Pilar-pilar itu adalah alfamikro (khusus belanja sala besar), alfamind (alfamind+mindstore), alfapop (untuk stok barang online), alfagift (terintegrasi dengan kartu ponta), alfacart (e-commerce milik alfamart), alfatrex (untuk kirim barang).

Kali ini yang mau saya bahas adalah Alfamind. Program yang 28 Februari 2018 lalu, baru saja grand launching di Jakarta. Ternyata Alfamart meluncurkan pilar digital  yang keren-keren banget salah satunya Alfamind ini. Alfamind merupakan program yang menawarkan kepada masyarakat yang ingin memiliki usaha. Alfamind merupakan toko virtual 3D pertama di Indonesia. Toko virtual tersebut didukung dengan teknologi 3D AR-VR berbasis aplikasi smartphone. Jadi, untuk mengoperasikan aplikasi ini cukup download kemudian melakukan pendaftaran. Sama halnya dengan menginstal media sosial. Mudah dan cepat, tanpa ribet melakukan registrasi dengan banyak kertas karena semua sudah serba online.

“Jualan lewat alfamind pasti untung, karena ada margin”  kata Pak Bagus Alfian.

Seperti Pak Bagus katakan, Alfamind merupakan solusi bagi perempuan yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu ribet. Pengguna Alfamind tidak perlu mengurusi stok barang dari toko Alfamart. Tidak perlu pegawai juga jadi minim sekali biaya operasional. Dan yang jelas tidak terlalu banyak menyita aktivitas fisik. Cocok banget dengan ibu-ibu rumah tangga yang tetap ingin mendapatkan penghasilan tanpa mengganggu kewajiban sebagai ibu dan isteri ya. Ini sih solusi cerdas banget. Hanya dengan smartphone bisnis sudah bisa ada di genggaman tangan.

“Kita bukan MLM jadi tidak ada target dan tutup poin,” ujar Pak Bagus.

Jadi, karena ini tidak ada target khusus kamu yang bergabung dengan Alfamind bisa mengggunakan aplikasi ini sesuai keinginan. Semakin sering bertransaksi semakin untung dong, tapi apabila sedang repot atau tidak sempat melakukan promosi juga tidak masalah. Tidak ada kerugian yang harus ditanggung.

Pak Bagus semangat menjelaskan aplikasi Alfamind

Cara mendaftar Alfamind ini hanya perlu instal aplikasi dan top up  sebesar Rp. 250.000,- saja. Dipotong biaya administtrasi sebesar Rp.100.000-. Sisanya bisa dibelanjakan. Modal bukan lagi menjadi hambatan untuk berbisnis. Top up selanjutnya tidak akan dikenakan biaya administrasi lagi. Lewat Alfamind ini solusinya. Yuk buruan instal aplikasinya.

UMKM juga bisa menjadi mitra Alfamart

Kembali lagi bicara bisnis bersama Alfamart yang ternyata belum habis-habis saking banyak inovasinya. Bu Vina selaku Manager MD Alfamart Jember memberikan pemaparan tentang produk-produk apa saja yang dapat dijual ke toko Alfamart. Alfamart masih membutuhkan produk makanan basah seperti donat, kue-kue jajanan lain yang siap disupply ke Alfamart. Mungkin kamu bisa jadi mitra Alfamart? Coba aja dulu. Perlu diingat produk-produk yang masuk ke Alfamart juga bukan produk sembarangan ya. Harus lolos kualifikasi menurut tim Alfamart. Tentunya Alfamart tidak ingin menjual produk yang tidak berkualitas.

Manager MD Alfamart Jember yang cantik


Di Jember, produk UMKM juga sudah banyak yang berhasil tembus dan dipajang cantik di toko-toko Alfamart. Jadi, yang punya produk langsung aja didaftarkan ke Alfamart. Lumayan kan kalau bisa berhasil menjadi mitra Alfamart.

Kerajinan Unik dari "Sampah"

Duh serem ya kalau dibayangin. Ternyata tidak seburuk namanya, “sampah-sampah” ini bisa disulap menjadi benda-benda unik, lucu nan menarik lho. Tentu saja berkat kreasi Mba Dewi Uji pemilik Mayar Shoping, barang bekas bahkan benda yang notabene adalah sampah dapat dibuat menjadi barang yang bermanfaat. Apa saja contohnya? Ada undangan pernikahan, souvenir, buku tamu pokoknya macem-macem deh dan semuanya handmade.


Salah satu produk mayar shopping

Mba Dewi Uji memulai bisnis souvenir dari bahan recycle ini ternyata bermula dari keisengan waktu kuliah dulu. Mba Dewi Uji sering membuat kerajinan-kerajinan dari daun-daun kering. Tapi dulu belum serius ditekuni sebagai bisnis. Setelah menikah, barulah serius menekuni bisnis yang terbilang unik ini.

Para peserta juga berkesempatan praktek langsung mebuat frame foto. Bahan-bahannya dari karton dan daun bambu kering. Daun bambu begini kalau di rumah saya ya dibiarkan, malah dianggap mengganggu karena dianggap sampah. Lha ini bisa dibuat pigura. Berkat kreativitas Mba Dewi lembaran daun kering bisa berubah menjadi lembaran rupiah nih. Bisa jadi bisnis yang menjanjikan juga ya.

Frame sebelah kiri adalah karya saya

Hasil frame saya tidak serapi punya Mba Dewi, karena saya terlalu over ngasih lemnya jadi belepotan kemana-mana hehe. Tapi Alhamdulillah bisa nambah ilmu. Ternyata dedaunan begini bisa jadi bermanfaat juga kalau kita kreatif. Para peserta yang lain juga terlihat merasakan keseruan praktek membaut frame ini.

Perempuan-perempuan seperti Mba Dewi ini bisa dicontoh dalam kreativitasnya ya. Sehingga mampu melihat peluang dijadikan bisnis. Lumayan banget. Apalagi sambil menyalurkan hobi, kerja tentu bisa lebih enjoy. Terimakasih Mba Dewi sudah berbagi ilmu dan inspirasi.

Belajar Softselling Yuk

Ada yang sudah tahu artinya soft selling? Materi berikutnya disampaikan oleh Mba Prita founder TJI sekaligus MC pada Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan kali ini. Mba Prita juga seorang blogger dan social media influencer ya. Nah, Mba Prita kasih tips biar kita bisa bantu menjualkan produk tanpa harus terlalu menonjolkan sisi promosinya. Gimana sih maksudnya?

Mba Prita mencontohkan postingan di instagram. Jadi, saat membuat caption untuk produk yang kita promosikan sebisa mungkin jangan terlalu to the point. Tapi, buatlah alur sehingga orang tertarik membaca caption sampai selesai. Kalimat-kalimat promosi disisipkan di cerita sehingga tidak terlalu terkesan promosi. Ya, walaupun ujung-ujungnya tetap selling alias jualan tapi kalau pakai soft selling ini bakal lebih elegan.

Selain caption foto juga harus menarik dan bagus. Kenapa begitu? Ini media sosial, apalagi instagram. Hal yang menarik perhatian orang pertama kali adalah foto atau video yang kita unggah. Oleh karena itu foto harus menarik. Menarik dalam artian angle foto dapat bercerita apa yang sedang ingin disampaikan. Kualitas gambar juga tidak boleh ngeblur. Nanti produk atau apa yang kita promosikan tidak terlihat jelas. Tidak perlu sebagus fotografer juga karena memang bukan fotografer, tapi harus layak posting dan tentu saja menjual.
Contoh IG @seblakabah


Menjadi seorang yang berpengaruh atau bahasa kerennya influencer tentu harus memikirkan konten yang tepat. Tidak bisa asal upload selfie- selfie manja tanpa makna. Semua harus terkonsep. Fotonya bagaimana, captionnya harus enak dibaca dan “ngena”. Dan untuk tampilan di instagram tentu feednya harus rapi. Mba Prita memberikan contoh konten-konten jualan di instagram yang menurutnya sudah sesuai kaidah persosial mediaan hehe. Ada beberapa tapi yang paling saya ingat ya akunnya @seblakabah. Tentu saja ingat, soalnya akun jualan sendiri. Follow ya follow, eh maaf malah promosi.

Nah kembali ke topik. Mba Prita juga memberi kesempatan kami untuk praktek. Peserta memposting foto saat acara dengan caption dan foto yang sudah dijelaskan oleh Mba Prita. Seperti kata pepatah, practice make perfect. Biar nggak lupa karena kebanyakan teori baiknya langsung eksekusi saja.

Ini hasil praktek saya 


Setelah pemateri selesai, para peserta diijinkan menyantap makan siang  yang lezat. Oh ya setiap peserta juga diberi goodie bag dari Alfamart yang isinya banyak. Alhamdulillah nikmat mana lagi yang kau dustakan.

Semua pemaparan dari pemateri merupakan contoh dan peluang apa saja yang bisa dimanfaatkan oleh peserta pelatihan. Bagi saya pribadi, semua informasinya bermanfaat dan ingin menerapkannya. Sama sekali tidak rugi datang ke acara ini. Jadi lebih memahami bahwa setiap perempuan pasti memiliki potensinya sendiri-sendiri. Kita hanya perlu berani mengembangkannya. Memang sudah saatnya perempuan berdaya. Sudah saatnya pula perempuan berkarya. Karena nyatanya, perempuan juga memiliki kesempatan yang sama. Perempuan tentu berhak berdaya dengan jari tangannya.

Buat yang masih ingin tahu sama serunya acara Pemberdayaan Perempuan, saya coba edit video. Semoga bisa mengobati rasa penasarannya ya.




With love,




You May Also Like

6 komentar

  1. Keren euy, ada videonya sagala....nice 💕👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena yg fotonya terbatas jadi kutambahi video mba. 😂

      Hapus
  2. keren Mikaaaa. Rejeki bumil yaa, dapet banyak. Ya goodie bag, top up Alfamind, frame, sampe ilmu dan keseruan. smg bermanfaat yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya mbak rejeki bumil. lumayan banget.

      Hapus
  3. Eaa, ada videonya. Terniat nih mbak hehe. Terima kasih mbak atas bagi informasinya.

    BalasHapus
  4. Salam kenal mbak mika. Nais infonya. Lebih entertain pas ada videonya..

    BalasHapus