A Place To Remember: Pesona Bukit Mertelu

by - September 27, 2018



Jam 6 pagi, aku panik saat membersihkan telinga dengan cotton bud aku merasa ujung kapasnya tertinggal di telinga. Sontak aku ribut membuat suamiku Mas Bima menjadi kalang kabut. Tanpa pikir panjang kami langsung tancap gas ke Puskesmas. Kami harus menunggu sekitar satu jam baru ditangani. Langsung saja aku diminta masuk IGD untuk segera diperiksa. Setelah lama melihat telingaku dengan sebuah alat yang aku tidak tahu namanya, katanya kapas cotton bud sudah terlalu dalam. Pihak Puskesmas tidak bisa menangani jadilah aku dirujuk ke RSUD. Duh, khawatir.

Kami berangkat menuju RSUD yang jaraknya lumayan jauh sekitar 25 km. Setelah melakukan pendaftaran dan mengantri cukup lama tibalah waktunya aku diperiksa. Jantungku deg-degan takut dengan vonis dokter. Dokter THT yang cantik meyapaku ramah. Lalu memulai aksinya mengintip telingaku menggunakan alat. Tersenyum dia mengatakan bahwa telingaku baik-baik saja. Bersih, tidak ada benda apapun yang masuk. Aku heran dokter itu pun heran juga haha.

Aku keluar ruangan dokter lalu menceritakan ke Mas Bima. Spontan kami berdua tertawa. Jadi, pagi-pagi panik ke Puskesmas hingga jauh-jauh ke rumah sakit padahal tidak ada benda apapun yang melukai telingaku. Kemungkinan kapasnya jatuh yang dikira masuk ke telinga. Entahlah itu tidak penting, tapi momen berikutnya yang menjadi kesan tersendiri bagi kami.

Karena sudah merasa jauh-jauh pergi ke kota, akhirnya kami memutuskan untuk sekalian pergi jalan-jalan. Purbalingga adalah kampung halamanku. Saya dan suami tinggal di Jember, saat itu kami sedang mengambil libur untuk pulang ke kampung halaman. Jatuhlah pilihan kami ke Bukit Mertelu karena melihat papan promosi di pinggir jalan dan nengok-nengok instagram dulu tentunya. Karena aku sudah lama tinggal di Jember jadi kurang update info wisata terbaru di tanah kelahiran, aku pun tidak begitu paham arah jalannya.

Kami mengandalkan papan petunjuk jalan. Kami tidak mengira jalan yang akan kami lewati ternyata menanjak terus menerus. Padahal kami pakai motor matic yang ukurannya kecil sedangkan suamiku ini ukuran bandannya hemb kayak bule. Tinggi 185cm dengan berat 80-90an kg. aku sendiri juga tidak begitu kurus, cukup berisi (tidak mau dibilang gendut). Motor ini ngos-ngosan harus mengangkut berat badan kami yang kalau di total lebih dari 1 kwintal. Nyaris kami menyerah karena ksihan sama motornya. Ini pinjem saudara soalnya hehe. Tapi karena nanggung dan tanda-tanda tempat wisata sudah ada di depan mata kami melanjutkan hingga sampai di tempat tujuan yaitu Bukit Mertelu.
Mas Bima takjub dengan pemandangan


Saat tiba di sana hawa sejuk menerpa kulit. Hamparan hijaunya menyihir mataku untuk terus menulusuri hampir seluruh spot-spot pemandangan yang disediakan. Ternyata perjalanan penuh kepanikan ke rumah sakit tidak sia-sia karena berujung wisata haha. Kalau bicara tentang wisata alias liburan tentunya berhubungan erat sama yang namanya foto. Bener kan? Cekrak sana cekrek sini sudah jadi kewajiban di era milenial ini ya. Terus, jangan lupa di share di sosial media. 

Menurutku, foto memang penting. Selain bertujuan untuk share informasi di sosial media foto juga berguna untuk menyimpan kenangan dong ya. Apalagi pergi liburannya sama si dia. Begitu juga dengan saya dan suami. Tidak cukup dengan naik menyusuri Bukit Mertelu yang tingginya lumayan bikin kaki pegal, tapi kami juga tertarik untuk memotret di sudut paling keren yaitu dipuncak tertinggi Bukit Mertelu.

Menyapa Kenangan dengan Smartphone Idaman

Saya coba cek galeri HP, masih ada foto dan video kenangan di Bukit Mertelu. Bukit tinggi menjulang dengan pemandangan elok rupawan. Ahh rasanya tersihir ingin kembali mengenang liburan yang tidak sengaja itu. Berbeda dengan tempat wisata yang sebelumnya kami kunjungi, Bukit Mertelu adalah saksi bagi cerita kekonyolan kami di pagi hari. Dan menjadi kenangan manis karena momennya yang mengejutkan dan tempatnya yang menawan. Tiba-tiba liburan ini namanya. Niat ke rumah sakit malah terdampar di tempat wisata.

"Mas, fotoin aku di sini" Ucapku kalau menemukan spot foto yang menarik perhatian. Dan suami langsung ambil HP sambil memberi arahan gaya. Saat itu cuaca agak mendung, jadi hasil foto pun kurang terang. Tentu akan berbeda cerita  kalau HP yang digunakan memakai smartphone idaman. Hasil fotonya bisa lebih bagus karena didukung teknologi yang mumpuni. Apalagi kameranya ada 4. Mau foto dari depan belakang sama-sama sip lah.
Wujud dari smarthphone idaman saya

Kriteria smartphone idaman saya adalah smartphone dengan kamera yang canggih, desain cantik dan tentunya punya kapasitas penyimpanan yang besar. Setelah browsing-browsing, saya memilih Huawei Nova 3i menjadi smartphone idaman saya tahun 2018 ini. 

Alasan saya jatuh cinta dengan Huawei Nova 3i :

1. Kamera yang canggih berteknologi AI. Ada 4 kamera, 2 kamera depan yaitu AI 24 MP+2 MP dan ada 2 kamera belakang 16 MP+2 MP.

Kalau begini spesifikasinya, saya pengin banget punya. Cocok banget dibawa traveling kemana-mana. Kameranya sudah canggih dan keren, ada 4 kamera pula. Kenangan akan terbingkai rapi lewat foto hasil jepretan dari smarthphone ini.

2. Desain bodi yang cantik dan elegan. Ada warna Black dan Irish Purple yang dua-duanya menawan. Layar 6,3 inch membuat pandangan jadi luas ya.

Saat beli smarphone baru selain spesifikasinya, bodi smartphone juga harus dipertimbangkan juga ya. Mau kan punya smartphone yang spesifikasinya tinggi tapi juga elegan dan cakep kalau kita tenteng kemana-mana? Kabar baiknya, Huawei Nova 3i hadir dengan desain yang cantik. Corak warnanya manis banget. Oh ya, layar nya yang luas bikin kita puas natapnya. Tapi tenang, masih muat kok ditaruh di saku karena ukurannya 6,3 inch.

       3. Performa smartphone yang powerful dengan GPU turbo. 
     Enak untuk gaming, jadi bisa disimpulkan performa untuk aplikasi lain tentu handal. Buat ngegame aja enteng apalagi buat main sosmed jelas bisa banget. Tanpa takut loading lama ini kalau pakai smartphone idaman.

4     4. Memori smartphone 128 GB. Salah satu faktor terpenting dari smarthphone juga storagenya. Nah kalau ini sih 128 GB luar biasa ya.

Smartphone kalau kameranya bagus tentu harus diimbangi dengan daya simpan yang besar juga. Huawei Nova 3i ini memang terbaik. Memorinya sampai 128 GB, wow! Ini sih di luar ekspetasi banget sudah melampaui angan-anganku hehe. Ternyata sebesar itu storagenya. Kebayang kan berapa banyak foto, video ataupun file lain yang bisa disimpan? Bisa foto-foto sampai puas tanpa takut memori penuh nih.

Ingin rasanya bisa traveling lagi ke Bukit Mertelu tapi ditemani si cantik Huawei Nova 3i. Biar hasil foto-fotonya lebih bagus. Kalau liburan ditemani smartphone idaman yang super keren tentu mampu membingkai kenangan menjadi manis. Biar nanti saya bisa bercerita pada anak-anak saya, saudara-saudara ataupun hanya sekedar bercerita lewat sosial media. Biar gambar yang bicara hingga kenangannya tertangkap layar. Dan semoga bisa kuulangi peristiwa manis di Bukit Mertelu denganmu wahai Huawei Nova 3i.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway di blog nurulnoe.com".
















You May Also Like

1 komentar